BAB dapat mengendalikan emosional nya maka anak

BAB
I

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

A.   
LATAR
BELAKANG

Banyaknya usaha siswa untuk mendapatkan
prestasi yang memuaskan, salah satunya dengan proses belajar. Belajar tidak
hanya di lakukan disekolah saja namun tempat lain seperti, tempat les atau
membaca buku di perpustakaan maupun dengan membaca berbagai macam jurnal dan
artikel di internet. Menurut Irwanto (1997:105) belajar merupakan proses
perubahan dari belum mampu menjadi sudah mampu dan terjadi dalam jangka waktu
tertentu. Sedangkan menurut Mudzakir (1997:34) belajar adalah suatu usaha atau
kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri seseorang, mencakup
perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.

Masih banyak yang beranggapan bahwa
IQ tinggi akan berpengaruh dalam mendapatkan prestasi yang lebih baik
dibandingkan dengan anak yang memiliki IQ rendah yang akan membuat prestasinya
rendah. kenyataannya untuk  mencapai
suatu keberhasilan dalam prestasi tidak hanya diperlukan IQ namun ada faktor
yang penting lainnya yaitu Kecerdasan Emosional. Karena jika anak sudah dapat
mengendalikan emosionalnya dengan baik maka akan mempermudahkan dalam memahami
orang lain, mempelajari materi yang diberikan oleh guru dan lebih mudah dalam
memecahkan suatu masalah sendiri, dibandingkan dengan anak yang memiliki
emosional yang rendah. Dalam proses belajar disekolah masih sering ditemukan
siswa yang tidak mendapatkan prestasi tinggi namun memiliki IQ tinggi,
begitupula sebaliknya ada siswa yang mendapatkan prestasi belajar tinggi namun
memiliki IQ rendah karena siswa ini lebih dapat mengontrol emosionalnya untuk
memahami materi yang telah di ajarkan sebelumnya.

Keterampilan dasar emosional
didapatkan melalui suatu proses dalam mempelajarinya serta pengaruh lingkungan
merupakan salah satu faktor pentingnya membentuk kecerdasan emosional tersebut.
Dari pembelajaran emosional adalah anak akan mudah menerima perasaan dan dapat
memecahkan masalah sendiri, dengan kemampuannya memecahkan masalah tersebut
maka anak akan mudah untuk memahami materi yang di ajarkan gurunya dengan baik
serta akan dapat mengerjakan soal-soal yang diberikan dengan baik dan mendapat nilai
yang tinggi untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Sedangkan bagi anak yang
kurang dapat mengendalikan emosional nya maka anak itu akan kesulitan dalam
menangani permasalahan yang ada, akan sulit untuk berinteraksi, sulit memahami
materi dan berpengaruh pada menurunnya prestasi belajar.