Berkembangnya perkembangan dan sampai saat ini belum

Berkembangnya
teknologi informasi yang mendukung dengan layanan internet sekarang ini dapat
mempengaruhi kebutuhan masyarakat untuk mencari informasi dalam berbagai bentuk
media. Kemajuan teknologi mengubah pola konsumsi masyarakat oleh publik
terhadap media ang di tandai dengan tren media konvensional yang merambah ke
media online (internet) serta turut mengubah cara audiens menikmati informasi
berita. Teknologi digital juga melahirkan majalah digital,koran figital,radio
digital hingga video digital (Luberto, 2015, p.1). Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami
perkembangan dan sampai saat ini belum menunjukan titik jenuhnya (Luberto,3015,
p.1).

 

Khalayak
di anggap dapat menerima dasar-dasar kode web secara universal jika semua orang
memiliki komputer,modem, dan koneksi internet untuk masuk ke dalam wab global
tidak peduli di manapun ia berada (Vivian,2008, p.283). Industri media
menghadapai tantangan baru karena perkembangan teknologi sekrang ini yang
berkembang sangat pesat sehingga munculnya konvergensi media. Kebutuhan manusia
dalam berkomunikasi menurut terciptanya perkembangan teknologi yang dapat
memenuhi kepuasanya untuk terus berinteraksi. Konvergensi dan internet
menyediakan wadah untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam proses interaktivitas.
Dalam kontes new media, konvergensi dapat diartikan sebagai berpindahnya sajian
informasi media massa ke media baru. Internet sebagai media baru menjadi medium
massa bagi media konvensional untuk melakukan konvergensi ke portal berita
online (Luberto,2015, p6). Henry Jenkins mengemukakan bahwa sebuah konvergensi
adalah aliran konten dibeberapa platform di media, kerja sama antar industri
beberapa media, dan perilaku migrasi khalayak media.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Konvergensi
media berhasil membentuk sebuah teknologi baru, paradigma industri, budaya dan
sosial yang mendorong konsumen untuk mencari informasi baru. Konvergensi juga
terjadi melalui proses sosial interaksi seorang individu dengan orang lain
melalui media untuk menciptakan pengalaman baru (Jenkins,2006, p. 2). Dimensi
lain dalam konvergensi media adalah kepemilikan (ownership), yang memungkinkan
terjadinya kepemilikan dua media atau lebih dalam melayani satu kesatuan pasar
yang sama ( Huda,2014, p.6). Di dalam industri media di indonesia telah
mengembangkan dimensi ini seperti hal nya Kompas Gramedia yang menangi
diantaranya Harian Kompas, Kompas.com, dan Kompas TV. Tak hanya media
konvensional saja yang menerapkan konvergensi media, media khusus seperti
majalah wanita di indonesia yaitu mejalah femina juga mulai menerapkan dan
mengembangkan konvergensi media.

 

Majalah
wanita yang di naungi di bawah femina group ini juga memperluas jaringan
informasi beritanya dengan hadirnya situs Femina.co.id dan media sosial seperti
tweeter,dan facebook dengan nama femina. Berbagai lembaga di indonesia dapat
melakukan penambahan dan pengembangan dalam rangka pemenuhan modal yang berasal
dari modal asing seperti Media Nusantara Citra (MNC) Group, Kompas Gramedia,
Visi Media Asia (VIVA),Group Jawa Pos,Trans Corp,Berita Satu Media Holdings,Femina
Group, dan Tempo Inti Media. Terkait dengan pembahasan tentang konvergensi media
yang di definisikan oleh Henry Jenkins, Salah satu yang menarik perhatian saya
untuk saya bahas yaitu Media Nusantara Citra (MNC) Group sebagai media khusus
yang meliputi beberapa platform media di fokuskan pada koran Sindo dan
Sindonews.com. Dari semua media yang telah di sebutkan itu di naungi oleh pengusaha
Hary Tanoesoedibjo selaku President Director of Media Nusantara Citra.

 

Disini
saya akan mendalami lebih jauh terkait inovasi dari konvergensi media yang
diimplementasikan media tersebut serta Mengapa mereka melakukan konvergensi
media? Dan Apa manfaat nya media melakukan konvergensi media?

 

 tersebut. Dalam melakukan sebuah analisis
langkah tepat yang harus dilakukan dengan mencantumkan teori dasar sebagai
acuan dalam membahas suatu analisis yang akan di bahas. Dalam tulisan ini saya
memakai teori konvergensi media. Terry Flew dalam “An Introduction to New Media”
menyatakan konvergensi media merupakan hasil dari irisan tiga unsur new media
yaitu jaringan komunikasi, teknologi informasi, dan konten media.

 

Konvergensi
media mengusung pada konsep penyatuan berbagai layanan informasi dalam satu
piranti informasi membuat satu gebrakan digitalisasi yang tidak bisa dibendung
lagi arus informasinya. Konvergensi menyebabkan perubahan radikal dalam
penanganan, penyediaan, distribusi dan pemrosesan seluruh bentuk informasi baik
visual, audio, data dan sebagainya (Preston, 2001). Konsep yang dipakai pada
analisis ini adalah konsep media massa, sederhananya media massa dapat disebut
sebagai sarana komunikasi yang ditujukan secara luas, dan dapat menjangkau
hampir semua orang yang berada di wilayah tertentu atau lebih luas lagi. Media
massa juga dapat merujuk kepada media yang sudah akrab dalam kehidupan
masyarakat semacam surat kabar, majalah, film, radio, televisi, dan rekaman
musik. Denis McQuail (2000: 4) mengatakan bahwa dalam ranah politik, media
massa mampu berperan sebagai elemen yang penting guna menciptakan tatanan
masyarakat yang demokratis. Media massa berperan sebagai arena atau ruang debat
dan penyebarluasan berbagai macam informasi maupun opini yang berguna bagi
kehidupan masyarakat itu sendiri.

 

Oleh
karenanya jangan heran jika kini banyak politisi maupun petinggi dan pengusaha
besar berusaha menyebarkan pengaruhnya melalui kekuatan media massa. Untuk
menjelaskan lebih rinci terkait analisis ini, teori yang di gunakan adalah Teori
Konvergensi Media, Konvergensi, dalam pandangan Joseph Turow dalam bukunya
konvergensi media adalah bergabungnya atau terkombinasinya berbagai jenis
media, yang sebelumnya dianggap terpisah dan berbeda (misalnya, komputer,
televisi, radio, dan suratkabar), ke dalam sebuah media tunggal. Gerakan
konvergensi media tumbuh berkat  adanya
kemajuan teknologi akhir-akhir ini, khususnya dari munculnya Internet dan
digitisasi informasi. Dalam hal ini Koran Sindo dan Sindonews.com juga
melalukan konvergensi. Sudah dapat di pastikan bahwa MNC Group melakukan
konvergensi media.

 

Di
mulai dari Koran Sindo yang mulai diluncurkan pada pada tahun 2005 dengan nama
Seputar Indonesia. Koran Sindo sendiri adalah koran progresif yang di tunjukan
sebagai segmen dinamis dengan meluncurkan beberapa varian bentuk meliputi berita,
ekonomi, olahraga, gaya hidup, lingkup Koran Sindo tersebut paling populer di
wilayah Jabodetabek yang target pembacanya adalah masayarakat kalangan mengenah
mulai dari  18-50 tahun. Lambat laun
teknologi berkembang begitu pesat khususnya diindustri media di indonesia.
Banyak media di indonesia yang sudah mulai maju meninggalkan media konvensional
seperti media cetak (koran) hingga mulai munculnya media baru yang dikenal
sebagai (internet). Lantas muncul nya media baru (internet) di indonesia  tidak membuat media cetak Koran Sindo diam
dan mempertahankan SOP nya, maka dari itu Media dalam naungan PT.Media
Nusantara Citra (MNC) menghadirkan inovasi baru dengan muncul nya media online
yang di namakan SindoNews.com. Inovasi ini merupakan edisi online dari Koran
Sindo. situs berita online yang secara resmi berdiri pada 4 Juli 2012, di bawah
manajemen PT. Media Nusantara Dinamis. SINDOnews memiliki tagline “Sumber
Informasi Terpercaya”, menyajikan informasi yang selaras dengan Sindo
Media dan melakukan sinergi pemberitaan dengan semua media di MNC Group,
seperti Koran Sindo, Sindo TV, Sindo Trijaya FM, Sindo Weekly, Okezone, MNC TV,
RCTI, Global TV, dan MNC Channel.  Selain
menampilkan artikel-artikel dari Koran Sindo, SindoNews.com juga memberikan
akses ke konten daerah yang diterbitkan dalam Koran Sindo edisi lokal juga.

 

SindoNews
menampilkan akses informasi secara mudah, cepat, akurat, dan berkualitas kepada
masyarakat luas. Berita yang dikemas dalam portal berita ini lebih mengarah
kepada khalayak yang ingin membaca berita secara cepat, akurat, dan efisien.
Berita disajikan lebih singkat dan mudah bagi para pengunjung kapan saja dan
dimana saja.

 

Kategori
pemberitaan berupa informasi seputar Nasional, Metronews, Daerah, Ekonomi dan
Bisnis, International, Sports, Soccer, dan Autotekno. SINDOnews juga menyajikan
informasi berbentuk multimedia seperti Sindo Photo, Sindo Video, dan Live TV
MNC Media. menjadi pertanyaan dalam artikel ini ialah Apakah sejak hadirnya
media cetak Koran Sindo dan media online SindoNews.com industri media MNC
melakukan konvergensi ? Sudah pasti benar bahwa Industri media MNC melakukan
konvergensi media mulai. Perlu di tekankan lebih lanjut

 

konvergensi
merupakan penyatuan antara media cetak dengan media online berbasis digital
sehingga tidak ada ketimpangan antara keduanya, dan menjadi setara.  MNC Group diklaim paling siap dalam melakukan
konvergensi disebabkan MNC memiliki  banyak media massa, baik cetak maupun digital
(TV, dan lain-lain), serta jumlahnya pun tidak kurang dari sepuluh macam.
Setelah itu  MNC Group juga telah
membangun infrastuktur media, dan tengah membangun pusat pemberitaan yang besar
di Jakarta.  Jadi tak heran MNC grup yang
berfokus pada media massa Koran Sindo melakukan konvergensi media dan muncul
nya media SindoNews.com dengan basis media online. Hal ini sempat menjadi bahan
perbincangan hangat di media khususnya di indonesia. Seperti halnya di lampirkan
dalam suatu lampiran media www.suarasurabaya.net
“Kalau mau membesarkan media harus konvergensi,” ujar Ray Wijaya
selaku Corporate Secretary MNCTV dan PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNC) saat
menerima Kunjungan Profesional tim Suara Surabaya Media di MNC Tower Jl Kebon
Sirih 17-19 Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017).  “Televisi tidak akan hidup dengan program
berita saja. Bahkan, program News itu hanya menghabiskan duit. Maka dari itu,
semua harus bergerak di konvergensi ini,” katanya.

 

Pada
pernyataan di atas kita bisa dijabarkan bahwa alasan utama media berkonvergensi
diantaranya meminimalisir budget yang tersedia dan memperbesar penghasilan.
Selain itu konvergensi media di nilai merupakan jalan yang paling aman dan
benar untuk menjadi stategis bisnis di dalam media tersebut dan semata-mata
hanya berfokus pada kepentingan bisnis. Jika di kaitkan tentang arti
konvergensi yang seharusnya hal tersebut sangat menyimpang. Pelaksanaan
Konvergensi bukan hanya didorong oleh perkembangan ekonomi-bisnis saja akan
tetapi juga dari perkembangan sosial budaya para penggunanya serta regulasi dan
kebijakan pemerintah yang transparan. Memang tidaklah mudah dalam
mengaplikasikanya namun ini menjadi pinting karna nantinya Konvergensi media
yang terjadi dikhawatirkan akan menyebabkan sejumlah dampak negatif, tak hanya
pada perkembangan sistem media di Indonesia, melainkan juga dampak pada isi
atau konten yang disampaikan kepada masyarakat.